Kali ini dapat kiriman nasi kuning beserta pelengkapnya dari sepupu yang anaknya lagi ultah ke 17. Udah lama gak makan nasi kuning jadi rasanya sedap banget... So, inilah santap siang saya hari ini; nasi kuning dan sambal goreng daging.
Tampilkan postingan dengan label Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisional. Tampilkan semua postingan
Rendang
Kali ini mau posting pesanan Rendang dari mbak Sofi di Lippo Cikarang. Ia pesan 3 kg rendang dan minta dibikin pedas. Terima kasih mbak, semoga cocok dan pesan lagi ya!
Ayo...siapa lagi yang mau pesan...silahkan hubungi Rachel's segera...
Ayo...siapa lagi yang mau pesan...silahkan hubungi Rachel's segera...

Diposting oleh rachel's
Label: Lain-lain, Tradisional
Risol Soto Mie
Kali ini terbawa arus Risol Soto Mie a.k.a Risol Kampung yang sempat ramai di milis NCC. Hari ini dicoba 1/2 resep dulu karena takut gagal di proses penggulungan adonan. Risol 1,2,3,4,...masih gagal, robek sana sini...risol ke 5,6,dst...udah mulai lancar, udah ketemu triknya. Mantap punya deh kalo gitu :). Sayangnya gak punya stok minyak goreng padat, jadi ya udah...pake minyak goreng biasa aja walaupun rada berminyak akhirannya.
Untuk resepnya...ntar dulu ya...lagi males semales-malesnya :(.
Diposting oleh rachel's
Label: snack, Tradisional
Puding Sagu
Pertama kali coba waktu dikasih oleh2 tante yang baru kembali dari Ambon. Katanya puding ini lagi "booming" disana selain Madona. Resepnya dapat dari usi Lisye Limahelu, sekalian dikirimin bahan bakunya kec. santan, garam, gula pasir & agar2 swallownya. Waktu terima resep, agak2 panik juga...secara semua pake ala "kira-kira". Jadi waktu mau coba buat rada-rada lama. Tapi ternyata hasil akhirnya bisa sesuai dengan yang pertama kali rasa.
Resep yang udah di modifikasi...
1 bungkus agar-agar (putih)
3 sdm gula pasir
2 bongkah gula merah, yang agak gelap (dicairkan dengan air secukupnya & daun pandan lalu saring, dinginkan)
100 gram tepung sagu
garam, sejumput
kayumanis bubuk, sejumput
vanili esen, secukupnya
1,250 ml santan (saya pakai santan instan kemasan + air + air gula merah)
1/3 kaleng susu kental manis putih
kenari secukupnya, cincang
Campur semua bahan jadi satu (kec. kenari & vanili) lalu aduk sampai rata (gak ada gumpalan2 lagi). Setelah itu baru masak di api sambil diaduk sampai mendidih. Setelah mendidih baru masukkan vanili & kenari, aduk rata. Tuang ke dalam cetakan sesuai selera. Hilangkan uap panas baru dinginkan di kulkas sampai waktu dihidangkan.
| Ini tepung sagu-nya. |
Selamat Mencoba!
Diposting oleh rachel's
Label: Pudding, Tradisional
Ampas Terigu
Ceritanya hari ini lagi kerajinan :D. Pagi-pagi udah ke pasar beli ayam dll untuk bikin Ayam Woku untuk besok di bawa Ibu saya ke latihan koor. Sampe di rumah, bersihin ayamnya dan sempat keluar rumah lagi. Pulangnya siapin bumbu ayam & langsung masak. Ayam selesai...kebetulan rumah lagi kosong & gak tau lagi mau ngapain. Ya udah...mutusin bikin Ampas Terigu untuk ngemil sambil nonton. Akhirnya...jadi deh Ampas Terigunya.
Oh ya, Ampas Terigu ini salah satu ciri khas makanan Maluku. Biasanya dimakan pagi hari sebagai sarapan karena ini juga sejenis roti atau bisa juga sebagai makanan selingan/snack. Kalau mau coba, ini dia resepnya...hati-hati jadi ketagihan!
Ampas Terigu
500 gr tepung terigu (saya pakai tepung khusus untuk roti)
11 gr ragi instan
150 gr gula merah (yang warna agak kehitaman ya!)
1 sdt kayu manis
1/4 sdt garam
1 butir telur (yang agak besar)
250 ml air
50 gr margarine
1/2 buah kelapa 1/2 tua (kulitnya dikupas ya lalu parut kasar)
2 lembar Daun Pandan
Cara Membuatnya:
- Masak gula merah dengan air, garam & daun pandan. Setelah gula larut, saring. Sisihkan.
- Masukkan terigu dalam baskom, beri ragi, kayu manis & telur. Aduk rata.
- Tambahkan air gula merah. Aduk rata. Tambahkan margarine, aduk rata hingga kalis. Masukkan kelapa parut, aduk rata.
- Diamkan adonan selama 1 jam (jangan lupa ditutup dengan plastik atau serbet ya!).
- Kempiskan adonan. Bentuk bulat kurang lebih @ 40 gr. Taruh di loyang yang telah dioles margarine tipis. Diamkan lagi kurang lebih 30 menit.
- Panggang adonan dalam oven kurang lebih 30 menit sampai matang.
Diposting oleh rachel's
Label: Roti, sarapan, Tradisional
Ketupat
Diposting oleh rachel's
Label: Tradisional
Kue Bangket Kacang
Kali ini saya ikut partisipasi di event NCC Week dengan tema Kue Bangket. Ada beberapa versi resep yang diberikan Ibu2 Host. Namun yang kali ini saya pakai adalah resepnya ibu Nadrah Shahab dengan alasan cukup mudah dibuat untuk pemula seperti saya.
Waktu praktek, gak ada halangannya semua lancar. Sengaja saya pakai 1/3 resep dulu, itu pun hasilnya dapat 3 toples kuker uk. 200 gram karna adonannya saya bentuk koin lk.10 gram.
Kue Bangket Kacang
Resep oleh Nadrah Shahab.
750 gram tepung terigu
500 gram kacang tanah
400 - 500 gram gula halus
500 - 600 ml minyak goreng
1/2 sdt garam
- Tepung terigu disangrai (saya sangrai dengan 2 lembar daun pandan sampai daunnya layu) lalu dinginkan.
- Kacang tanah disangrai/dipanggang lalu dihaluskan dengan blender. (Saya memakai kacang tanah tanpa kulit)
- Campur semua bahan kering jadi satu lalu tuang minyak goreng sedikit demi sedikit sampai adonan dapat dipulung dan dibentuk. Bentuk sesuai selera.
- Panggang adonan di oven suhu 140 derajat celcius (saya 100 derajat celcius karena pakai oven listrik) selama kurang lebih 10 menit (saya sekitar 15 menit).
- Setelah matang, biarkan kue dingin di loyang. Jangan diangkat waktu masih panas karena kue rapuh.
- Setelah kue benar-benar dingin, susun di toples dan tutup rapat.
Diposting oleh rachel's
Label: Kacang, Kue Kering, NCC, Tradisional
Soto Ayam
Resep ini dari Ibu saya yang pernah mengikuti kursus memasak. Soto Ayam ini rasanya ringan. Mungkin karna tidak memakai terlalu banyak bumbu, hanya bawang putih, bawang merah, serai (yang agak banyak), jahe, kunyit & daun jeruk (yang juga agak banyak). Ayamnya tidak digoreng seperti soto kebanyakan. Jadi, enak disantap panas-panas kalau lagi kurang enak badan & apalagi kalau cuaca sedang kurang bersahabat alias mendung atau hujan.
Diposting oleh rachel's
Label: Ayam, Sup/Soto, Tradisional
Wajik Jagung
Saya dikenalkan dengan wajik jagung oleh Oma dari Ibu. Itu pun sudah lama, mungkin waktu saya masih berusia 6 tahun. Kangen berubah jadi penasaran. Bagaimana caranya buat wajik jagung ini?! Sempat tanya-tanya dengan para tante yang jago masak tapi jawabannya kurang memuaskan. Lalu saya coba eksperimen sendiri dengan jagung pipil yang diblender tapi hasilnya juga kurang memuaskan. Akhirnya, saya minta kenalan untuk membelikan tepung jagung (bukan maizena) yang cuma ada di Ambon. Setelah bahannya ada, mulailah dilakukan eksperimen lagi. Pertama, rasanya pas tapi masih terlalu lembek. Eksperimen kedua, rasa agak kurang dan kurang padat. Eksperimen ketiga, hasilnya memuaskan! Akhirnya ketemu juga jalan keluarnya.
Diposting oleh rachel's
Label: Tradisional
Uji Coba Yang Berhasil
Kali ini saya ingin berbagi masakan dari daerah asal saya. Saya sendiri belum pernah masaknya, padahal ini termasuk makanan favorit & turun menurun dari keluarga. Desember 2009 kemarin, bertepatan dengan ultah adik saya yang nomor 2, saya memberanikan diri untuk masak makanan daerah saya seperti; Ikan Kuah Kuning, Kohu-kohu & Ubi Rebus (kalau yang terakhir ini mah, gampang!).
Diposting oleh rachel's
Label: Lain-lain, Tradisional
Langganan:
Postingan (Atom)



