Tergoda oleh Pastel-nya ci Shirley "Dapur Solia" akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat dengan takaran 1/4 adonan. Agak sedikit nekat karna gak punya alat penggilas jadi pake cara manual. Isinya di variasi sendiri antara wortel, kentang & daging giling. Hasilnya...kulitnya enak, gak jadi berminyak. Gak kalah deh sama yang merek terkenal itu...
Ampas Terigu
Ceritanya hari ini lagi kerajinan :D. Pagi-pagi udah ke pasar beli ayam dll untuk bikin Ayam Woku untuk besok di bawa Ibu saya ke latihan koor. Sampe di rumah, bersihin ayamnya dan sempat keluar rumah lagi. Pulangnya siapin bumbu ayam & langsung masak. Ayam selesai...kebetulan rumah lagi kosong & gak tau lagi mau ngapain. Ya udah...mutusin bikin Ampas Terigu untuk ngemil sambil nonton. Akhirnya...jadi deh Ampas Terigunya.
Oh ya, Ampas Terigu ini salah satu ciri khas makanan Maluku. Biasanya dimakan pagi hari sebagai sarapan karena ini juga sejenis roti atau bisa juga sebagai makanan selingan/snack. Kalau mau coba, ini dia resepnya...hati-hati jadi ketagihan!
Ampas Terigu
500 gr tepung terigu (saya pakai tepung khusus untuk roti)
11 gr ragi instan
150 gr gula merah (yang warna agak kehitaman ya!)
1 sdt kayu manis
1/4 sdt garam
1 butir telur (yang agak besar)
250 ml air
50 gr margarine
1/2 buah kelapa 1/2 tua (kulitnya dikupas ya lalu parut kasar)
2 lembar Daun Pandan
Cara Membuatnya:
- Masak gula merah dengan air, garam & daun pandan. Setelah gula larut, saring. Sisihkan.
- Masukkan terigu dalam baskom, beri ragi, kayu manis & telur. Aduk rata.
- Tambahkan air gula merah. Aduk rata. Tambahkan margarine, aduk rata hingga kalis. Masukkan kelapa parut, aduk rata.
- Diamkan adonan selama 1 jam (jangan lupa ditutup dengan plastik atau serbet ya!).
- Kempiskan adonan. Bentuk bulat kurang lebih @ 40 gr. Taruh di loyang yang telah dioles margarine tipis. Diamkan lagi kurang lebih 30 menit.
- Panggang adonan dalam oven kurang lebih 30 menit sampai matang.
Diposting oleh rachel's
Label: Roti, sarapan, Tradisional
Muffin Wilton
Ceritanya penasaran dengan Muffin Wilton yang beberapa waktu lalu ada di salah satu milis kuliner yang saya ikuti. Cari-cari resepnya di oom google, akhirnya dapat di blognya mbak Riana A. Ternyata, yang membawa resep ini pertama kali adalah alm. Ruri yang ternyata cukup populer di NCC sehingga nama lain sang Muffin biasa dipanggil Muffin Ruri.
Akhirnya, pagi kemarin, diniatin juga bikin muffin ini. Cetakan yang saya pakai yang besar (tapi cuma 5 buah & hasilnya gede banget, jadi kenyang duluan liatnya) & cetakan kecil. Untuk perdana, sengaja saya gak pake isian ato topping tambahan kecuali di cetakan yang besar (gak ada fotonya) saya isi dengan selai blueberry tapi rasanya terlalu manis.
Lain kali mau bikin lagi kayaknya.
Kentang Panggang
Menu dadakan untuk makan siang. Gara-gara lagi kepengen makan kentang tapi bukan kentang goreng. Jadi dibuatlah Kentang Panggang dadakan ini atau biasanya kita di rumah bilang OvenSchotel.
Kentang 2 kilo, kupas, rebus 1/2 matang. Lalu potong melintang setebal 1/2 cm. Biasanya kentangnya dihaluskan tapi karena kentangnya terbatas & udah pada lapar jadi dibuat yang praktis.
Wortel sedang 2 buah dipotong dadu, rebus dengan kacang polong 2 ons. Setelah agak matang, buang airnya lalu tambahkan margarine 1 sdm & parutan pala.
Untuk dagingnya: daging sapi giling 2 ons ditumis dengan bombay yang dipotong dadu & bawang putih yang dicincang halus. Tambahkan garam, lada, pala & sedikit oregano.
Lalu semuanya disusun di pinggan tahan panas yang sudah dioles margarine. Tata sebagian kentang, beri daging lalu sayuran dan tutup kembali dengan sisa kentang. Oles kentang dengan margarine tapi jangan terlalu tipis. Taburi dengan tepung roti & beri oregano sedikit.
Panggang di oven suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 35-45 menit.
Kebetulan di rumah masih ada persediaan saus daging instan kiriman dari Belanda jadi dimanfaatkanlah. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa share resepnya (kalau ketemu :D).
Diposting oleh rachel's
Label: Kentang
Ketupat
Diposting oleh rachel's
Label: Tradisional
Langganan:
Postingan (Atom)

